Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Puasa 2

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa – Saat bulan suci Ramadhan, umat Islam wajib untuk menjalankan ibadan puasa selama satu bulan penuh. Selain itu ada juga hari-hari puasa lain yang hukumnya sunnah misalnya puasa Senin-Kamis. Berpuasa berarti tidak makan dan minum dan juga tidak berhubungan badan dari terbit sampai tenggelamnya matahari. Namun, bagaimanakah hukumnya jika ingin menyikat gigi? Apakah puasa kita akan batal? Untuk itu, anda perlu mengetahui hukum sikat gigi saat puasa seperti berikut ini:

Bersiwak itu sunnah. Pada zaman dahulu, saat sikat gigi belum ada, manusia menggunakan kayu dan juga akar-akaran untuk menggosok gigi. Nabi Muhammad SAW  menyikat gigi rutin dua kali sehari dengan menggunakan batang kayu siwak, termasuk ketika puasa ramdhan. Kini kita bisa menggunakan sikat gigi untuk menjaga kebersihan mulut dan juga gigi. Meskipun saat ini ada banyak sekali sikat gigi di pasaran, bersiwak biasanya tetap dilakukan untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW sesuai aslinya.

Berkumur tak membatalkan puasa. Sebuah hadist yang dirawikan Imam Al-Bukhari membolehkan orang bersiwak kering dan basah saat berpuasa. Bahkan, Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa andaikan tak memberatkan umat, maka beliau akan menyuruh umat Islam bersiwak sebelum anda shalat.  Sebaiknya sikat gigi sebelum waktu zhuhur. Menggosok gigi dianjurkan hanya dilakukan sebelum zhuhur meskipun ada yang pendapat ulama yang mengatakan bahwa menggosok gigi pada pagi dan sore dibolehkan. Menyikat gigi dianjurkan saat zhuhur karena ada pendapat yang menyebutkan jika Allah meridhai bau mulut orang yang sedang berpuasa yang akan seharum bau kasturi saat di surga nanti.

Hukum Sikat Gigi Saat PuasaGosok gigi saat berbuka. Menggosok gigi sebelum anda mengonsumsi makanan berbuka dianjurkan untuk mengurangi bakteri di dalam mulut. Dengan begitu, bakteri tak ikut masuk saat menelan makanan dan minuman berbuka. Walaupun begitu ada juga yang langsung makan dan minum tanpa menggosok gigi karena daya tahan tubuh bagus sehingga tak mudah sakit. Pilihan anda yang tentukan.

Jangan terlalu sering. Puasa seringkali terasa begitu berat apalagi ketika cuaca panas terik sehingga biasanya orang melakukan hal-hal untuk meringankan rasa haus seperti sikat gigi, mandi dan berkumur-kumur. Memang puasa tak batal, namun puasa menjadi makruh karena esensi puasa itu sendiri akan hilang. Puasa sejatinya menahan hawa nafsu berupa haus, lapar,  emosi jiwa dan seks. Sebagai suatu ujian, meredakan haus dengan sering sikat gigi dan berkumur membuat puasa kehilangan maknanya. Cukup berkumur-kumur saat berwudhu.

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa. Boleh menggunakan pasta gigi. Perdebatan seputar hukum menggunakan odol yang rasanya manis dan mint ini juga kerap menjadi pertanyaan umat Islam yang berpuasa. Ternyata anda boleh menggunakan odol untuk menyikat gigi. Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra dalam kumpulan hadis HR Bukhari, seseorang yang berpuasa boleh mencicipi cuka selama tak masuk ke kerongkongan.

Disarankan tak menggunakan pasta gigi. Sebagian ulama berpendapat bahwa ada baiknya menyikat gigi tanpa menggunakan pasta gigi sebagai langkah yang aman. Gigi anda bisa tetap bersih jika disikat tanpa pasta gigi asalkan dilakukan dengan lembut sehingga tak melukai gusi. Dengan begitu, anda juga tak perlu khawatir dengan risiko secara tak sengaja menelan rasa manis dari pasta gigi yang bisa membatalkan puasa anda.

Itulah sekilas informasi tentang Hukum Sikat Gigi Saat Puasa. Semoga bermanfaat !

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *